7 Alasan Penyedia Jasa Desain Interior Tidak Menjawab Pertanyaan Secara Detail

Berbagai contoh desain interior rumah yang dapat kita temui di berbagai blog dan website tentu akan menjadi inspirasi bagi kita. Bahkan, mungkin saja ada salah satu contoh desain interior yang ingin kita gunakan di rumah. Mulai dari warna cat, dekorasi, hingga furniture di dalamnya terlihat menarik bagi kita. Untuk membuatnya, kita perlu menghubungi penyedia jasa desain interior yang bersangkutan. Kemudian, kita menanyakan detail interior yang mereka buat. Namun, mereka cenderung tidak memberitahukan informasi tersebut secara detail. Biasanya, mereka meminta kita untuk menggunakan jasanya agar kita mendapatkan interior yang kita inginkan.

Sebagai calon konsumen, tentu kita akan merasa bingung dengan perilaku penyedia jasa yang tidak terbuka. Bagaimana mungkin penyedia jasa desain interior tidak dapat memberitahukan detail pekerjaannya? Namun, sebenarnya, ada 7 alasan mengapa mereka cenderung tidak dapat menjawab pertanyaan kita. Simaklah penjelasannya berikut ini!

  1. Penyedia jasa desain interior tidak mengingat detailnya

Hal ini memang sangat sederhana. Namun, perlu kita ketahui bahwa penyedia jasa tidaklah mengerjakan satu atau dua interior saja. Ada ratusan, bahkan ribuan proyek yang mereka kerjakan. Jadi, wajar bila mereka tidak dapat mengingat detail pekerjaan mereka.

Interior designer yang baik memang memiliki catatan mengenai setiap proyek mereka. Namun, mencari satu dari sekian banyaknya catatan tentu membutuhkan waktu yang lama. Apalagi, orang yang bertanya belumlah tentu benar-benar akan menggunakan jasanya. Kegiatan mencari-cari arsip tersebut bisa menjadi hal yang sia-sia.

  1. Furniture dibuat berdasarkan permintaan atau merupakan edisi terbatas

Penyedia jasa interior desain yang profesional seringkali mendesain sendiri kebutuhan untuk proyeknya. Desain tersebut tentunya juga disesuaikan berdasarkan permintaan konsumen. Tidak heran, desain tersebut tidak dapat ditemui di tempat lainnya. Pembuatan desain tersebut dapat berupa perpaduan warna cat, dekorasi, serta barang-barang lainnya. Selain dibuat sendiri. Terdapat juga peralatan yang memang diproduksi dalam jumlah terbatas maupun bersifat antik. Barang-barang seperti itu tentu tidak dapat kita temui dengan mudah.

  1. Kebutuhan interior tidak dijual secara bebas

Detail interior yang kita tanyakan seringkali hanya diperuntukkan untuk interior designer profesional. Jadi, kita tidak dapat membelinya secara bebas. Layaknya desain yang dibuat berdasarkan permintaan konsumen, kita juga perlu memperolehnya dari penyedia jasa yang bersangkutan.

  1. Kombinasi yang tidak sesuai serta hasil yang tidak memuaskan

Sebagai konsumen, kita tentu sering memiliki desain sesuai keinginan masing-masing. Namun, desain yang kita inginkan tidaklah selalu merupakan desain yang terbaik. Bisa saja kombinasi desain yang dibuat nantinya malah terlihat tidak menarik. Jadi, mereka tidak bisa langsung menuruti keinginkan kita. Interior designer yang profesional juga akan berusaha bekerja sama dengan kontraktor. Mereka akan bekerja maksimal sehingga dapat menghindari kesalahan desain.

  1. Desain interior yang kita inginkan melebihi budget yang kita sediakan

Ketika menjelaskan contoh desain interior, kita juga perlu menyebutkan budget yang disediakan. Di blog, mungkin kita melihat contoh desain interior berserta dengan perlengkapan ruangan yang membutuhkan budget 30 juta. Namun, pada kenyataannya, perlengkapan tersebut dapat saja memiliki harga dua hingga tiga kali lebih mahal.

  1. Menjaga privasi konsumen yang sudah membayar jasa desain interiornya

Biasanya, contoh desain yang kita lihat merupakan desain yang sudah dibuat untuk orang lain. Meskipun didesain oleh penyedia jasa, desain interior tersebut merupakan hak konsumennya. Pemilik desain tentu memiliki privasi terhadap desain interior yang sudah mereka bayar. Orang lain tidak berhak untuk menduplikat desain yang dibuat khusus untuknya. Apalagi, duplikasi tersebut dilakukan secara gratis.

  1. Menjaga informasi

Tanpa disadari, penyedia bahan material yang kita butuhkan mungkin saja bekerja sama dengan website dan blog desain interior. Keduanya tidak dapat memberikan informasi mengenai karyanya secara cuma-cuma. Sebagai orang yang profesional, penyedia jasa juga akan melindungi informasinya. Mereka tidak dapat memberikan informasi proyek mereka ke orang yang tidak menjadi konsumennya.

Sumber: https://hoechstetterinteriors.wordpress.com/2014/01/30/7-reasons-interior-designers-wont-disclose-resources/